Dividers
Dividers

Kamis, 26 April 2012

DAFTAR UPLOAD sd. 27 APRIL 2012


TUGAS UPLOAD DI BLOG :

TULISAN :

MASALAH DALAM TES TOEFL PADA PAGIAN LISTENING



MASALAH DALAM TES TOEFL PADA PAGIAN LISTENING, diantaranya :
  
NAMA        : YULIANTI
NPM           : 23209648
KELAS         : 3EB06

MASALAH-MASALAH YANG SERING DITEMUKAN DALAM TES TOEFL PADA PAGIAN LISTENING, diantaranya :
1.     Suara yang diputar kurang jelas.
2.     Suara yang dalam percakapan terlalu cepat.
3.     Kurang konsentrasi untuk mendengarkan.
4.     Tidak terbiasa mendengarkan percakapan bahasa inggris.
5.     Tidak pernah mencoba untuk melatih percakapan dengan bahasa inggris.
6.     Kurang menguasai kosakata.
7.     Terlalu lama menyimpan dan mengingat-ingat vocabulary baru.
8.     Peserta tes toefl sering menghafal pertanyaan yang kira-kira akan keluar dalam tes.
9.     Panik, cemas sehingga mengganggu dalam ketenangan mendengarkan dan fokus mengerjakan.
10.                       Berbicara atau ngobrol dengan orang  lain.
11.                       Tidak tenang
12.                       Tidak fokus dalam mendengarkan
13.                       Lebih memperhatikan hal lain daripada mendengarkan percakapan dan petunjuk yang sedang diputar.
14.                       Mencontek, sehingga akan ketinggalan dalam mendengarkan percakapan.

STRATEGI UNTUK MENGHADAPI MASALAH SOAL  TOEFL.
A. PREPARATION 
1.     Konsentrasikan diri pada listening (mendengarkan), structure (tata bahasa), writing (menulis), dan reading (membaca). 
Hindari memfokuskan diri untuk mempelajari vocabulary (kosa-kata). Mempelajari (kosa-kata) baru saja bisa menjadi hal yang sia-sia karena bisa saja kata-kata yang sudah kita pelajari malah tidak keluar dalam ujian TOEFL. Hal ini sangat mungkin terjadi karena sistem kosa-kata dalam bahasa Inggris sangat besar dan ada ribuan kata yang memiliki kemungkinan keluar dalam Tes TOEFL.
Akan lebih baik, jika kita berlatih Listening dan Reading karena semakin sering kita berlatih, skill atau kemampuan Listening dan Reading kita juga akan semakin meningkat. Skill yang terasah melalui latihan dan pengalaman akan sangat berguna saat mengerjakan tes TOEFL dan hampir bisa dipastikan nilai TOEFL kita akan meningkat.
2.     Hindari Cara Belajar Sistem Kebut Semalam.
Cara belajar terbaik untuk tes TOEFL, adalah meluangkan waktu sedikitnya 1 jam setiap hari untuk belajar atau mengulang pelajaran. Banyak penelitian serta pengalaman yang saya ketahui membuktikan bahwa belajar rutin setiap hari untuk waktu yang singkat, 1 jam misalnya, lebih menjamin pencapaian hasil belajar yang maksimal daripada belajar sekali seminggu selama 7 jam non-stop.
3.     Tidak perlu menghapalkan pertanyaan dari latihan tes TOEFL maupun buku-buku TOEFL manapun.
Pertanyaan yang mungkin muncul dalam tes TOEFL memang akan serupa atau sejenis dengan pertanyaan-pertanyaan dalam latihan tes TOEFL, akan tetapi mereka tidak akan sama persis.
4.     Ketika mengerjakan latihan tes TOEFL, cobalah terapkan seluruh kemampuan dan pengetahuan yang kita miliki.
Tidak perlu tergesa-gesa dalam mengerjakan soal-soal latihan TOEFL. Ingat, bahwa kita sedang berlatih.
5.     Setelah mengerjakan latihan TOEFL, periksalah jawaban anda dan cocokkan dengan kunci latihan TOEFL.
Pikirkanlah dan pahamilah alasan jawaban yang benar. Bisakah anda menjelaskan kepada diri sendiri mengapa jawaban tersebut benar? Juga, apakah suatu pertanyaan serupa dengan pertanyaan yang pernah anda temui sebelumnya?


B. MATERIAL:
1.     Section 1 (Listening):
·        Perbanyak Listening (mendengarkan) siaran berita atau laporan cuaca berbahasa Inggris di TV atau radio, film-film dokumenter berbahasa Inggris, serta siaran-siaran pendidikan lainnya yang berbahasa Inggris.
>> Dalam beberapa kasus, menonton film berbahasa Inggris juga dapat membantu meningkatkan skill Listening.
·        Bergabunglah dengan English Club atau Conversation Club dan jika mungkin bergaullah dengan orang-orang yang menggunakan American English, karena TOEFL adalah tes yang menggunakan American English, bukan British English.
2.     Section 2 (Structure):
·        Gunakan buku-buku grammar untuk tingkat advanced (mahir).
·        Ikutilah kursus-kursus bahasa Inggris dan perbanyak mengerjakan latihan-latihan grammar.
3.     Section 3 (Reading):
·        Perbanyaklah membaca artikel di koran atau majalah berbahasa Inggris, katalog, bulletin, brosur, dan hal-hal yang menarik minat di ensiklopedia berbahasa Inggris.
·        Bacalah artikel-artikel tentang berbagai macam topik, misal sejarah Amerika, budaya, pengetahuan sosial, dan pengetahuan alam/sains.


C. TEST-TAKING

1.     Bersikaplah tenang saat ujian.
·        Jangan panik.
>> Panik hanya akan merusak konsentrasi dan bisa berdampak buruk terhadap hasil tes.
>> Jika anda merasa cemas atau panik, pejamkan mata, berdoalah, dan katakan pada diri anda sendiri, "Aku tidak akan panik, karena aku sudah siap." Lalu tarik napas beberapa kali dengan pelan tapi dalam, lalu hembuskan keluar dengan pelan dan rasakan bahu anda turun dengan perlahan-lahan.
2.     Konsentrasi pada soal.
·        Jangan berbicara. Pusatkan perhatian.
·        Jangan memperhatikan apapun di ruangan kecuali soal serta jawaban yang paling benar.
·        Jangan berpikir tentang nilai maupun nasib anda setelah tes TOEFL.
>> Jika hal itu terjadi, paksalah diri anda sendiri untuk kembali berkonsentrasi pada soal-soal TOEFL.
3.     Jangan menghabiskan waktu terlalu lama untuk mengerjakan suatu soal.
·        Jika anda tidak bisa menjawab dengan pasti atau tidak memiliki jawaban, lakukan yang terbaik.
·        Pilih jawaban yang memiliki peluang besar sebagai jawaban yang benar.
·        Lalu bersiap-siaplah untuk mengerjakan soal berikutnya.
4.     Jangan mencontek.
·        Sekalipun misalnya ada kesempatan, atau anda ingin membantu teman, atau anda takut nilai anda jelek, jangan sekali-kali menipu diri sendiri dengan mencontek. Pada tes TOEFL, mencontek adalah masalah yang serius. Jika anda tertangkap basah, tes TOEFL anda tidak akan dinilai. Bahkan, tindakan hukum bisa diambil oleh Educational Testing Service (ETS) apabila kasusnya cukup serius. Jadilah diri sendiri.
5.     Jawablah semua soal.
·        Dalam tes TOEFL, tidak ada pengurangan nilai/penalty terhadap jawaban yang salah. Jadi untuk memperbesar peluang jawaban benar, jawablah keseluruhan soal.
·        Jika tidak yakin dengan jawaban kita, pilihlah jawaban yang memiliki kemungkinan terbesar sebagai jawaban yang benar.

*    Pada dasarnya, dalam tes TOEFL dan tes apapun, sikap adalah faktor penting dalam keberhasilan. Anda harus mampu memiliki pola pemikiran yang positif.
*    Selalu katakan kalimat-kalimat motivasi kepada diri anda sendiri, seperti "Aku pasti bisa."
*    Jangan lupa, bergaullah dengan orang-orang yang juga memiliki sikap yang positif, yaitu orang-orang yang selalu membuat anda optimis dan selalu mendorong untuk berhasil.

sumber :

SOAL STRUCTURE

NAMA        : YULIANTI
NPM           : 23209648
KELAS         : 3EB06

SOAL STRUCTURE
This section is designed to measure your ability to recognize language that is appropriate for standard written English.
1. The Eiffel Tower ___________ Paris, France.
a. land marks.
b. is land marked in.
C. is a landmark in.*
d. is in a landmark

2. Young deer _________.
A. are called fawns.*
b. be fawns.
c. is fawns.
d. are fawns called

3. Not until a dog is several months old does it begin to exhibit signs of independence ___________.
a. it s mother from.
b. from mother.
c. to mother.
D. from it’s mother*

4. The Treasury Department…………….
A. is take a new look at regulations*
b. limiting the number of interest that bank
c. savings, and loan associations
d. can pay on deposits.

5. The repair shop…..
A. keep my cassette player for six weeks before.*
b. returning it,
c. nevertheless,
d. it still does not work properly.

6. To score a goal in soccer you ________.
A. must kick the ball.*
b. must kicks the ball.
c. may kick them ball.
d. must kick them balls

7. The observation deck at the Sears Tower_________ in Chicago.
a. is highest than any other one.
b. is highest than any other one
C. is higher than any other one.*
d. is higher that any other one

8. If it _________ so cloudy, we would plan on having the fair outside.
a. was.
B. was not.*
c. weren’t.
d. had not

9. At the 1984 Democratic National Convention in San Francisco, Gerald ine Ferraro became the first woman________ for the vice presidency.
a. to being nominated.
b. to has been nominated
C. to have been nominated.*
d. to will be nominated

10. Pearl Buck,___
a. a recipient of the Nobel Peace Prize.
b. for Literature in 1938.
c. strove to bring understanding and peace.
D. on everyone.*

11. In most circumstances…….
a. the person that owns the property.
b. can claim the rights.
C. as money made.*
d. from drilling oil on their property.

12. _______ chocolate will give you a tum my ache.
a. Eat too much.
b. Eating to much.
C. Eating too much.*
d. Eating too many

13. If she _________ to advance her clock one hour, she wouldn’t have been late for work.
a. should have remembered.
b. could remembered.
c. remembered.
D. would have remembered.*

14. It_________
a. was obvious from his response in the press conference.
b. that the candidate.
C. prepare his answers.*
d. well.

15. A dream about falling _________.
a. scary is.
B. is scary.*
c. are scary.
d. very scar y is

16. George Washington _________first U.S. President.
A. was the.*
b. became.
c. were the.
d. are the

17. Amelia Earhart was ____to pilot her plane across the Atlantic Ocean.
a. the first and a woman.
b. the first woman.
C. who the first woman.*
d. the woman who first

18. _______ a tree can be grown from a seedling.
a. That is generally believed.
b. Believed generally is
c. Generally believed it is
D. It is generally believed that*

19. The White Rose Bridge,
A. which close today, for*
b. resurfacing will not be.
c. open for
d.two months.

20. The poverty level in the United State is currently set___________.
a. at 12,000 dollars or less.
b. as 12,000 dollars or less.
C. at 12,000 dollars as less.*
d. at 12,000 dollar or less.

sumber :
http://examsworld.us/complete-toefl-practice-test.html
http://testinggris.com/struct_I_01.html 

Typewriter by Christopher Latham Scholes in 1872

Typewriter by Christopher Latham Scholes in 1872 
Tugas softskil ~> Reading Toefl

Nama  : Yulianti
NPM    : 23209648
Kelas    :3eb06

When the typewriter was first invented, its keys were arranged alphabetically. This made the keys easy to find. However, this arrangement also caused the bars of the machine to jam, or get stuck. To solve this problem, a new letter arrangement was introduced by Christopher Latham Scholes in 1872. His system, the standard keyboard system, is still used on typewriters today. He arranged the letters in such a way that the bars hit the inked ribbon from opposite directions as much as possible. This resulted in far less jamming than had occurred with the alphabetical models.
Christopher Sholes was born in 1819 in Mooresburg, Pennsylvania, and he spent the bulk of his career employed as a newspaperman, working in various areas of Wisconsin. Sholes is most famously known for his invention of the first practical typewriter as well as the common keyboard layout, QWERTY, which is still used today. Sholes added the shift key as his final invention before his retirement. He died on February 17, 1980.
Question :
1. The main topic of the first paragraph is
(A) the invention of the typewriter*
(B) a problem and solution concerning the early typewriter
(C) how to write a letter on the typewriter
(D) why the keys stick on today’s typewriter

2. According to the passage, on the first typewriters
(A) the keys were in alphabetical order*
(B) the keys were hard to find
(C) the bars on the machine never jammed
(D) Scholes’s system worked quite well

3. Which of the following is NOT true about the system invented by Scholes?
(A) It was introduced in 1872.
(B) It is still used today.
(C) It became the standard system.
(D) It was alphabetical.*

4. The passage indicates that under Scholes’s system, the bars hit the ribbon
(A) in alphabetical order
(B) from opposite directions*
(C) and caused the keys to jam
(D) in the same way as they had on the original typewriter

5. According to this section if the key objectives arranged in alphabetical order?
(A) the keys were in alphabetical order*
(B) the keys were hard to find
(C) the bars on the machine never jammed
(D) the standard keyboard system

6. Who is he in the sentences to five?
(A) Christopher Latham Scholes*
(B) Standard keyboard system
(C) The typewriter
(D) His system

7. When Christopher Latham Scholes was born?
(A) 1872
(B) 1980
(C) 1819*
(D) Unknown

8. The main topic of the second paragraph is
(A) the invention of the typewriter
(B) a problem and solution concerning the early typewriter
(C) biography of Christopher Latham Scholes*
(D) why the keys stick on today’s typewriter

9. Whether the recent discoveries of Christopher Sholes?
(A) Add the shift key*
(B) The keys were in alphabetical order
(C) The bars on typewriter
(D) The first practical typewriter

10. When Christopher Latham Scholes died?
(A) 1872
(B) 1980*
(C) 1819
(D) Unknown

Sumber :
http://soaltoefltest.blogspot.com/2011/05/soal-toefl-test-reading-comprehension.html
http://pabook.libraries.psu.edu/palitmap/bios/Sholes__Christopher.html

Rabu, 25 April 2012

Dijual Rumah

Dijual rumah, tanpa perantara.
Lokasi : Jl. Kp. Kramat, Setu-Cipayung, Jakarta Timur

> 2 lantai
> 4 kamar tidur
> 2 kamar mandi umum & 2 kamar mandi pribadi
> garasi
> dapur
> ruang tamu
> ruang makan

~> Cash / Credit

Segera hubungi Bp. Purwanto ( 081 328 27 00 19 )

Selasa, 24 April 2012

Analisis Laporan Arus Kas — Document Transcript

  • 1. ANALISIS LAPORAN ARUS KAS SEBAGAI PENUNJANG EVALUASI KINERJA KEUANGAN
  • 1. Pengertian Kas dan Setara KasDalam PSAK No. 2 paragraf 43, mengharuskan perusahaan untuk mengungkapkan komponen kas dan setara kas serta harus menyajikan rekonsiliasi jumlah tersebut dalam laporan arus kas dengan pos yang sama dengan pos yang ada di neraca. Oleh karena itu penting untuk memahami secara jelas tentang definisi kas yang dimaksud dalam laporan ini.Dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.2, kas didefinisikan sebagai berikut : “Kas terdiri dari saldo kas (cash on hand) dan rekening giro”. (1995:2.2). Dalam Statement Of Financial Accounting Standard No. 95, FASB menyatakan bahwa suatu laporan arus kas harus menjelaskan selisih yang terjadi antara saldo awal dan saldo akhir serta setara kas (cash equivalent).
  • Hal ini berarti dalam laporan kas, kas memiliki pengertian yang lebih luas yang tidak hanya terbatas pada saldo kas yang tersedia di perusahaan (cash on hand) dan kas di bank, tetapi juga termasuk perkiraan-perkiraan yang dikenal sebagai setara kas (cash equivalent).Definisi setara kas (cash equivalent) dalam PSAK No. 2 adalah : “Investasi yang sifatnya sangat likuid, berjangka pendek dan dapat segera dijadikan kas dalam jumlah tanpa menghadapi perubahan nilai yang berarti.” (1995:2.3)PSAK No. 2, paragraf 6 menjelaskan setara kas sebagai berikut :Setara kas dimiliki untuk memenuhi komitmen kas jangka pendek, bukan untuk investasi atau tujuan lain. Untuk memenuhi persyaratan setara kas, investasi harus dapat segera diubah menjadi kas dalam jumlah yang diketahui tanpa menghadapi resiko perubahan nilai yang signifikan. Karenanya, suatu investasi baru dapat memenuhi syarat sebagau setara kas hanya segera akan jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal perolehannya.Contoh setara kas yang disamakan dengan kas, menurut Harrison (1995:731) adalah treasury bills, commercial paper jangka pendek, money market serta surat-surat berharga lain yang mempunyai syarat-syarat :1. Setiap saat dapat ditukar dengan kas.2. Tanggal jatuh temponya sangat singkat, dalam waktu tiga bulan atau kurang.3. Resiko perubahan nilai yang kecil atau kurang berarti.Jadi tidak semua investasi jangka pendek dikelompokkan sebagai setara kas. Hal ini tergantung pada kebijakan keuangan yang ditetapkan oleh masing-masing perusahaan. Suatu perusahaan harus memiliki kebijakan yang jelas dalam menentukan perkiraaan-perkiraan apa saja yang termasuk dan tidak termasuk adalam katagori sebagai setara kas, dan kebijakan ini harus diungkapkan dalan catatan atas laporan keuangan perusahaan serta harus dijalankan secara konsisten dari waktu ke waktu.Dalam laporan arus kas, kas dan setara kas diperlakukan sebagai suatu kesatuan. Dengan kata lain, laporan arus kas menyatakan perubahan dalam kas dan setara kas. Oleh karena itu, pengeluran kas untuk memperoleh setara kas dan penerimaan kas dari penjualan setara kas tidak dimasukkan dalam laporan arus kas. (Larson dan Miler)2. Pengertian Laporan Arus KasSetiap perusahaan dalam menjalankan operasi usahanya akan mengalami arus masuk kas (cash inflows) dan arus keluar (cash outflows). Apabila arus kas yang masuk lebih besar dari arus kas yang keluar maka hal ini akan menunjukkan positive cash flows, dan sebaliknya apabila arus kas masuk lebih sedikit daripada arus kas keluar maka arus kas yang tejadi akan negative cash flows.Definisi arus kas menurut PSAK No. 2 adalah : “Arus masuk dan keluar kas atau setara kas”. (1995:2.3). Para Praktisi dibidang akuntansi sebenarnya telah lama menggunakan variasi dari laporan arus kas. Adapun nama-nama yang dimaksud adalah laporan sumber dan laporan perubahan posisi keuangan.Laporan arus kas yang tercakup dalam laporan tahunan, memberikan informasi mengenai arus kas masuk dan keluar kas dan setara kas. Lebih lanjut, menganalisa semua perubahan yang mempengaruhi kas dan setara kas dalam kategori operasi, investasi dan pendanaan dari suatu perusahaan selama suatu periode dalam format yang merekonsiliasi saldo awal dan saldo akhir kas dan setara kas.3. Kegunaan laporan Arus KasTujuan dari laporan arus kas adalah memberikan informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang berasal dari aktifitas operasi, investasi dan pendanaan dari suatu entitas selama suatu periode.Menurut Financial Accounting Standard Board, informasi yang diberikan dalam suatu laporan kas, jika digunakan dengan pengungkapan yang berkaitan dan laporan keuangan lainnya, harus membantu investor, kreditor dan pihak lainnya untuk:1. Menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus kas bersih masa depan,2. Menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya, kemampuan membayar dividen, dan kebutuhan untuk pendanaan eksternal.3. Menilai alasan perbedaan antara laba bersih dibanding penerimaan serta pengeluaran kas yang berkaitan.4. Menilai pengaruh transaksi investasi dan pendanaan baiuk kas maupun non kas terhadap posisi keuangan suatu perusahaan selama satu periode tertentu.Jadi informasi yang disajikan dalam laporan arus kas berguna bagi para pemakai laporan keuangan, baik bagi pihak manajemen, investor, kreditor maupun pihak-pihak yang berkepentingan lainnya, sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan untuk menggunakan arus kas dan setara kas dan menilai kebutuhan perusahaan untuk menggunakan arus kas tersebut.4. Penyajian Laporan Arus Kasa. Klasifikasi Arus KasDalam PSAK No. 2, paragraf 49 (1995:2.4), dinyatakan bahwa : “Laporan arus kas harus melaporkan arus kas selama periode tertentu dan diklasifikasikan menurut aktifitas operasi, investasi dan pendanaan”.Karakteristik transaksi dan kejadian lain dari setiap jenis aktifitas-aktifitas dapat dijelaskan sebagai berikut :1. Aktifitas OperasiDalam PSAK No. 2 dijelaskan bahwa arus kas dari kegiatan operasi merupakan arus kas yang berasal dari aktifita penghasil utama pendapatan perusahaan. Kegiatan ini melibatkan pengaruh kas dari transaksi yang masuk ke dalam penentuan laba bersih dalam laporan laba rugi.Adapun arus kas yang masuk dan keluar dari kegiatan operasi mencakup antara lain:a. Arus kas yang masuk dari penjualan barang dan jasa, pendapatan dividen, pendapatan bunga, dan penerimaan operasi lainnya.b. Arus kas yang keluar untuk pembayaran kepada pemasok barang dan jasa, pembayaran kepada karyawan, bunga yang dibayarkan atas hutang perusahaan, pembayaran pajak, dan pengeluaran operasi lainnya.2. Aktifitas InvestasiMenurut PSAK No. 2, arus kas dari aktifitas investasi mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas sehubungan dengan sumber daya yang diperoleh perusahaan yang ditujukan untuk menghasilkan pendapatan dan arus kas masa depan.Adapun arus kas masuk dan keluar dari kegiatan ini antara lain meliputi :a. Arus kas masuk berasal dari penjualan aktiva tetap, aktiva tidak berwujud dan aktiva jangka panjang, penjualan saham atau instrumen keuangan perusahaan lain dan penagihan uang pokok pinjaman yang diberikan perusahaan.b. Arus kas keluar untuk pembelian aktiva tetap, aktiva tak berwujud dan aktiva jangka panjang lain, termasuk pengembangan yang dikapitalisasikan, perolehan saham atau instrumen keuangan perusahaan lain, pemberian pinjaman pada pihak lain.3. Aktifitas PendanaanArus kas yang berasal dari aktifitas ini merupakan arus kas yang menyebabkan perubahan dalam struktur modal atau pinjaman perusahaan. Arus kas merupakan kegiatan mendapatkan dana untuk kepentingan perusahaan. Arus kas keluar adalah pembayaran kepada pemilik dan kreditor.Arus kas masuk dan keluar dari kegiatan ini meliputi, antara lain :a. Arus kas masuk dari penjualan saham atau instrumen modal lainnya, dan penerbitan obligasi, wesel, hipotek, serta pinjaman lainnya.b. Arus kas keluar untuk pembayaran deviden, pembelian saham perusahaan, pelunasan pokok pinjaman, dan pembayaran kas oleh lessee untuk mengurangi kewajiban yang berkaitan dengan sewa gedung usaha pembiayaan.Dalam paragraf 41, PSAK NO. 2 (1995:2.9) diatur lebih lanjut tentang transaksi non kas yang berkaitan dengan aktifitas investasi dan pendanaan, sebagai berikut :Transaksi investasi dan pendanaan yang tidak memerlukan penggunaan kas atau setara kas dikeluarkan dari laporan arus kas. Transaksi semacam ini harus diungkapkan sedemikian rupa pada catatan atas laporan keuangan sehingga dapat memberikan semua informasi yang relevan mengenai aktifitas investasi dan pendanaan tersebut.Juga dinyatakan lebih lanjut bahwa pengklasifikasian arus kas ini dapat dilakukan dengan cara yang dianggap paling sesuai dengan bisnis perusahaan. Tujuan utama dari pengklasifikasian menurut aktifitas ini adalah memberikan informasi yang paling akurat bagi pemakai laporan keuangan untuk menilai pengaruh aktifitas tersebut terhadap posisi keuangan perusahaan serta terhadap kas dan setara kas. Selain itu informasi tersebut juga untuk menilai sejauh mana hubungan antara ketiga aktifitas tersebut.Sehubungan dengan hal tersebut diatur dalam PSAK No. 2 (1995:2.11-2.12) sebagai berikut :Pos luar biasa, arus kas dari pos ini harus diklasifikasikan sebagai aktifitas operasi, investasi dan pendanaan sesuai dengan sifat transaksinya dan diungkapkan secara terpisah, agar para pemakai dpat memahami hakekat dan pengaruhnya terhadap arus kas saat ini dan masa mendatang. Arus kas dari bunga yang dibayarkan dan bunga serta dividen yang diterima dapat diklasifikasikan sebagai arus kas operasi karena mempengaruhi laba atau rugi bersih. Sebagai alternatif, bunga yang dibayar dan bunga serta dividen yang diterima dapat diklasifikasikan masing-masing sebagai arus kas pendanaan dan arus kas investasi karena merupakan perolehan sumber daya keuangan atau sebagai hasil investasi. Sedangkan dividen yang dibayarkan dapat diklasifikasikan sebagai arus kas pendanaan karena merupakan biaya perolehan sumber daya keuangan.Sebagai alternatif, dividen yang dibayar dapat diklasifikasikan sebagai komponen arus kas dari aktifitas operasi dengan maksud untuk membantu para pengguna laporan arus kas dalam menilai kemampuan perusahaan membayar dividen dari arus kas operasi. Arus kas yang berkaitan dengan pajak penghasilan harus diungkapkans endiri dan diklasifikasikan secara spesifik dapat diidentifikasikan sebagai aktifita spendanaan dan investasi. Apabila arus kas pajak dialokasikan pada lebih dari satu jenis aktifitas, maka jumlah keseluruhan pajak yang dibayar harus diungkapkan.b. Metode Penyajian Laporan Arus KasDalam PSAK No. 2 (1995:2.7), perusahaan diwajibkan untuk melaporkan arus kas dari aktifitas operasi dengan menggunakan salah satu metode dibawah ini :1. Metode LangsungMetode langsung mengungkapkan kelompok utama dari penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas bruto. Dalam metode ini setiap perkiraan yang berbasis akrual pada laporan laba rugi diubah menjadi perkiraan pendapatan dan pengeluaran kas sehingga menggambarkan penerimaan dan pembayaran aktual dari kas. Jadi, metode langsung memfokuskan pada arus kas daripada laba bersih akrual, oleh karena itu dianggap lebih informatif dan terperinci.Informasi mengenai kelompok utama dan pengeluaran kas bruto dijelaskan oleh IAI dalam PSAK No. 2 (1995:2.8), sebagai berikut :Dengan metode langsung, informais mengenai kelompok utama penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas bruto dapat diperoleh baik :a. Dari catatan akuntansi perusahaanb. Dengan menyesuaikan penjualan, beban pokok penjualan, dan pos-pos ;ain dalam laporan laba rugi untuk perubahan persediaan, piutang usaha dan hutang usaha dalam periode berjalan, pos bukan kas lainnya, dan pos lain yang berkaitan dengan arus kas investasi dan pendanaan.2. Metode Tidak LangsungPelaporan arus kas dari aktifitas operasi dengan menggunakan metode tidak langsung berdasarkan PSAK No. 2 (1995:2.7) :Dengan metode ini laba atau rugi bersih disesuaikan dengan mengoreksi pengaruh dari transaksi bukan kas, penangguhan atau akrual dari penerimaan atau pembayaran kas untuk operasi dari masa lalu dan masa depan, dan unsur penghasilan atau beban yang berkaitan dengan arus kas investasi atau pendanaan.Jadi pada dasarnya metode tidak langsung ini merupakan rekonsiliasi laba bersih yang diperoleh perusahaan. Metode ini memberikan suatu rangkaian hubungan antara laporan arus kas dengan laporan laba rugi dan neraca.Dalam PSAK No. 2 (1995:2.8) juga diatur mengenai penentuan arus kas bersih dalam aktifitas operasi dalam metode tidak langsung sebagai berikut :Dalam metode tidak langsung arus kas bersih diperoleh dari aktifitas operasi ditentukan dengan menyesuaikan laba atau rugi bersih dari pengaruh :a. Perubahan persediaan dan piutang usaha serta hutang usaha selama periode berjalan ;b. Pos bukan kas seperti penyusutan, penyisihan, pajak ditangguhkan, keuntungan dan kerugian, valuta asing yang belum direalisasi, laba perusahaan asosiasi yang belum dibagikan dan hak minoritas dalam laba/rugi konsolidasi; danc. Semua pos lain yang berkaitan dengan arus kas investasi dan pendanaan.IAI dalam PSAK No. 2 (1995:2.7), menganjurkan :Perusahaan untuk menggunakan metode langsung karena metode ini menghasilkan informasi yang berguna dalam mengestimasi arus kas masa depan yang tidak dapat dihasilkan dengan metode tidak langsung. Namun penyusunan laporan arus kas dengan metode ini lebih sulit dan memerlukan waktu yang lebih lama.Jadi kedua metode diatas dapat ditetapkan dan akan memberikan hasil yang sama. Pemilihan antara keduanya tergantung kebijaksanaan dari masing-masing perusahaan. Bentuk laporan dengan metode tidak langsung lebih sering digunakan karena dalam penyusunannya lebih mudah dan sederhana dibanding dengan metode langsung.Untuk pelaporan arus kas dari aktifita investasi dan pendanaan, diatur dalam PSAK No. 2 (1995:2.9), sebagai berikut : “Perusahaan harus melaporkan secara terpisah kelompok utama penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas bruto yang berasal dari aktifitas investasi dan pendanaan, …”c. Penyusunan Laporan Arus KasMenurut Smith dan Skousen (1992:191), penyusunan laporan arus kas terdiri dari sumber-sumber data diatas meliputi empat langkah pokok :1. Menentukan perubahan dalam kas2. Menentukan arus kas bersih dari aktifitas operasi.3. Menentukan arus kas dari aktifitas investasi dan pendanaan.4. Menyiapkan suatu laporan arus kas formal.5. Analisis Laporan Keuangana. Hakikat Analisis Laporan KeuanganAdapun tujuan dari analisis laporan keuangan adalah untuk mengevaluasi posisi dan hasil operasi sekarang dan masa lampau dari suatu perusahaan sehingga dapat diperoleh suatu prediksi akan kondisi dan kinerja perusahaan dimasa yang akan datang.Smith dan Skousen (1992:1044) menyatakan bahwa analisis laporan keuangan pada umumnya diarahkan pada pengevaluasikan empat aspek perusahaan yaitu : likuiditas, stabilitas, profitabilitas dan potensi perkembangan.b. Teknik Analisis Laporan KeuanganDalam analisis laporan keuangan, berbagai peralatan digunakan untuk memberikan perbandingan dan kepentingan relatif dari informasi keuangan yang disajikan.Beberapa peralatan dasar yang digunakan dalam analisis laporan keuangan dijabarkan lebih lanjut oleh Harahap (1998:217) sebagai berikut :1. Analisis PerbandinganDalam analisis perbandingan, informasi yang sama disajikan untuk dua atau lebih tanggal atau periode yang berbeda sehingga pos-pos yang serupa dapat diperbandingkan. Perbandingan ini dapat dilakukan melalui :a. Perbandingan laporan keuangan dalam beberapa tahun (horizotal)b. Perbandingan satu tahun buku (vertikal), yang dibandingkan adalah unsur-unsur yang terdapat dalam laporan keuangan.c. Perbandingan dengan perusahaan yang terbaik.d. Perbandingan dengan angka-angka dasar industri yang berlaku (di Indonesia) standar ini belum ada).e. Perbandingan dengan budged atau anggaran perusahaan.
  • 2. Analisis PersentaseMetode ini merupakan metode analisis yang menyajikan laporan keuangan dalam bentuk presentasi. Laporan keuangan presentatif berguna dalam analisis struktur internal laporan keuangan, karena dalam laporan keuangan presentatif menyatakan proporsional dari setiap pos laporan keuangan dalam suatu periode tertentu terhadap angka dasar, misalnya persentase penjualan bersih terhadap total pendapatan pada suatu periode yang sama.
  • 3. Metode Index time SeriesDalam metode ini dihitung indeks dan digunakan untuk mengkonversi angka-angka laporan keuangan. Biasanya ditetapkan tahun dasar yang diberi indeks 100. Beranjak dari tahun dasar ini maka dibuat indeks tahun-tahun lainnya sehingga dapat dibaca dengan mudah perkembangan angka-angka laporan keuangan tersebut pada periode yang lain.
  • 4. Analisis RasioAnalisis rasio keuangan adalah perbandingan antara pos-pos tertentu dalam laporan keuangan dengan pos lain yang memiliki hubungan yang signifikan. Analisis rasio keuangan berguna untuk menentukan kesehatan atau kinerja keuangan suatu perusahaan. Adapun jenis-jenis rasio keuangan yang umum diperkenalkan dalam kebanyakan literatur dan yang sering digunakan adalah rasio likuiditas, solvabilitas, aktifitas dan profitabilitas. Rasio-rasio tersebut kemudian dibandingkan dengan rasio-rasio perusahaan itu sendiri selama beberapa periode untuk menilai perkembangan perusahaan tersebut. Selain itu dapat dibandingkan dengan rasio-rasio dari beberapa perusahaan yang sejenis untuk menilai kinerja perusahaan, apakah perusahaan berada diatas, sama, atau dibawah rata-rata industri.Sulit untuk menentukan bahwa suatu peralatan lebih baik daripada yang lain karena setiap situasi yang dihadapi oleh analisis laporan keuangan berbeda. Pemilihan ukuran analisis tergantung pada tujuan yang hendak dicapai, yang memungkinkan pengambilan keputusan ekonomi yang tepat dari masing-masing pemakai laporan keuangan.
  • 6. Evaluasi Kinerja PerusahaanLaporan arus kas dapat membantu para pemakainya untuk melihat bagaimana saldo kas dan setara kas dalam neraca perusahaan berubah dari awal hingga akhir periode akuntansi dan apa artinya perubahan tersebut bagi perusahaan, apakah menunjukkan prestasi positif atau negatif.Karena laporan laba rugi perusahaan menggunakan dasar akrual yang memungkinkan pelaporan pendapatan dan beban sebelum ada arus kas masuk atau keluar, maka laporan arus kas dalam hal ini dapat digunakan sebagai laporan pengimbang laporan laba rugi. Seperti yang dijelaskan oleh Kieso dan Weygandt (1995:245) bahwa :Akuntansi akrual terlalu jauh menyimpang dari arus kas yang mendasari perusahaan bersangkutan, sehingga dengan demikian menghitung laba bersih tidak lagi memberikan indikator yang diterima mengenai daya menghasilkan laba perusahaan. Demikian pula, karena laporan keuangan tidak mengakui inflasi, banyak yang mencari standar yang lebih konkrit untuk mengevaluasi keberhasilan atau kegagalan suatu perusahaan.Fungsi dari laporan laba rugi adalah untuk mengukur profitabilitas dari perusahaan pada suatu periode tertentu dengan cara menghubungkan seluruh biaya dan pendapatan yang terkait
  • Oleh karena itu, penilaian yang tepat atas prestasi suatu perusahaan tidah hanya memperhatikan kemampuan perusahaan dalam memperhatikan dalam menghasilkan laba tetapi juga memperhatikan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus kas positif dari kegiatan operasinya. Karena jika perusahaan profitabel namun mengalami defisit arus kas dapat merupakan indikasi bahwa perusahaan mengalami masalah keuangan dan dikhawatirkan tidak mampu mengembalikan pinjaman kepada kreditor maupun membayar dividen kepada investor. (Hermason, 1995:386)Untuk alasan ini, para analisis laporan keuangan memilih untuk menghubungkan arus kas operasi dengan laba bersih yang dilaporkan pada periode yan bersangkutan sebagai pengecekan atas kualitas bersih yang dilaporkan tersebut.
  • Dengan demikian, laporan arus kas digunakan untuk mengecek dan melengkapi laporan laba rugi tapi bukan sebagai pengganti laporan laba rugi. Laporan arus kas berfokus pada pengukuran keuangan daripada ukuran profit dan biasanya lebih cocok digunakan untuk mengevaluasi dan memproyeksikan likuiditas dan solvabilitas perusahaan.
  • Dalam hal ini tidak mengidentifikasikan laporan mana yang lebih unggul, tapi penggunaannya tergantung pada apa yang hendak diukur.Karena laporan arus kas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan laporan keuangan lainnya, maka penggunaannya secara bersama-sama akan memberikan hasil yang lebih tepat untuk mengevaluasi sumber dan penggunaaan kas perusahaan dalam seluruh kegiatan perusahaan. Dengan demikian dapat membantu para pemakai laporan keuangan untuk mengevaluasi struktur dan kinerja keuangan suatu perusahaan.
  • 7. Analisis Rasio Arus KasAnalisis laporan arus kas menurut Plewa dan Friedlob (1995:228), terdiri atas rasio likuiditas, rasio solvabilitas dan pengeluaran modal serta rasio pengembalian kas, yang dijabarkan sebagai berikut :a. Liquidity RatiosRasio ini memfokuskan pada kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek yang jatuh tempo. Analisis rasio likuiditas atas arus kas terdiri dari : 1. Current Cash Debt CoverageAdalah rasio dari arus kas hasil operasi terhadap hutang lancar rata-rata. Rasio ini menunjukkan berapa besar kas yang dihasilkan dari aktifitas operasi dapat menutupi kewajiban lancar rata-rata.
Sumber :
http://www.slideshare.net/aikinou/analisis-laporan-arus-kas